Khusyu’

11 Aug 2010

“Hal pertama yang akan dihisab pada diri seseorang di hari kiamat adalah shalat, jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalnya, dan jika shalatnya rusak maka rusaklah amalnya”

Nah kawan, dari hadist di atas kita bisa tau betapa pentingnya shalat itu. Selain shalat adalah kewajiban, shalat juga bisa dijadikan obat jasmani kita maupun rohani kita. Yang jelas, juga bermanfaat bagi kita. Pada kesempatan ini, mari kita sama-sam belajar tentang apa khusyu’ itu. Agar shalat yang kita lakukan bermanfaat bagi kita, dapat mendekatkan diri padaNya dan semakin mencintaiNya.

Mungkin selama ini kita berpikir bahwa khusyu’ itu butuh konsentrasi. Sehingga banyak cara untuk mencapai konsentrasi itu. Seperti misalnya melihat titik di tempat sujud, menerjemahkan bacaan dan masih banyak lagi. Hal tersebut tidak salah, tetapi mungkin kurang efektif untuk dilaksanakan. Saat kita melihat titik di tempat sujud, tapi pikiran kita bisa saja meloncat ke kanan-kiri.

Mungkin telah banyak usaha kita untu meraih khusyu’, tetapi masih saja belum berhasil. Namun anehnya, kita tiba-tiba saja bisa khusyu’. ketika tertimpa musibah, kita shalat dengan khusyu, sampai mengucurkan air mata. kita lupa akan konsentrasi tadi, kita lupa melihat titik di tempat sujud, dan kita juga lupa menerjemahkan arti kata bacaan shalat. tapi kita serasa sedang berdialog dengan Allah, dan terasa Allah menyambut kita dalam shalat dan doa kita. Saat kita tidak konsentrasi, kita justru bisa shalat dengan khusyu’. Hal itu bisa terjadi pada siapapun, bahkan kepada orang yang jarang shalat sekali pun. kenapa bisa seperti itu ?

hal tersebut dikarenakan “sikap menghadap kepada Allah”. Jika kita tertimpa musibah, kita akan datang padaNya dengan merendahkan diri dan sungguh-sungguh meminta pertolonganNya. Maka dari itu, dengan merendahkan diri ketika hendak datang mengahadapNya, kita bisa lebih khusyu’.

bukan berarti dengan khusyu’ kita tidak memikirkan atau merasakan apa-apa lagi. Sebelumnya, mari kita lihat bagaimana Rasulullah melakukan shalatnya :

  • Ketika Nabi sedang memimpin shalat, tiba-tiba terdengar tangis anak kecil. Beliau pun mempercepat shalatnya, takut terjadi sesuatu dengan anak kecil itu
  • Ketika berperang, Nabi mengajarkan shalat khauf. Shalat berjamaah yang dilakukan dengan cara unik karena harus tetap dalam kondisi berperang.

Dari hal di atas, kita tau bahwa Beliau tetap mendengar yang terjadi di sekelilingnya. lintasan pikiran pun masih tetap ada. Bahkan, jika ada masalah Beliau mengajarkan kita untuk shalat sunnah 2 rakaat. Artinya, ketika shalat, Beliau bukan melupakan masalah itu, tapi justru membawa masalah tersebut dalam shalatnya untuk disampaikan pada Allah agar di berikan jalan keluarnya. Seperti yang terdapat pada Al Qur’an :

“Hai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al Baqarah [2] : 153)

Sekarang sudah tau kan khusyu’ itu apa, tinggal kita praktekkan saja. Semoga hal ini bisa bermanfaat bagi kita semua. :)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post